Diduga Keracunan, 151 Siswa dan Guru SMKN 1 Gunungguruh Mual hingga Diare, Dinkes Turun Investigasi

IMG_20261008_105033

_Ilustrasi - Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melakukan investigasi di SPPG Cikujang terkait dugaan keracunan MBG

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 

SUKABUMI|IdeNews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Sebanyak 151 orang terdiri dari 125 siswa dan 26 guru SMK Negeri 1 Gunungguruh dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan diare diduga usai menyantap menu MBG.

Plt Camat Gunungguruh, Ridwan Agus Mulyawan, mengatakan laporan kejadian tersebut baru diterima pihaknya pada Senin (7/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Laporan kemudian diteruskan ke Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta Puskesmas Cibolang dan Puskesmas Gunungguruh untuk penanganan.

"Gejala yang dirasakan di antaranya mual, pusing dan diare. Satu guru sempat mendapat perawatan di RS Betha Medika," ujar Ridwan, Rabu (07/10/2026).

Berdasarkan penelusuran awal di lapangan, para korban mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi menu MBG berupa dimsum ayam pada Jumat (02/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi bersama tim terkait telah melakukan pemeriksaan dan investigasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikujang selaku penyedia. Proses investigasi berlangsung hingga pukul 15.30 WIB.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Sukabumi, Firman, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil resmi dari Dinkes dan belum bisa memberikan kesimpulan.

"Masih di investigasi Dinkes, saya belum bisa kasih tanggapan. Tapi tim sudah diturunkan," kata Firman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (08/10/2026).

Menurutnya, ada kendala dalam penelusuran laboratorium karena jeda waktu pelaporan yang cukup lama.

"SPPG baru dapat laporan di hari Senin, sedangkan dugaan kejadian di hari Jumat. Sehingga otomatis sampel menu untuk dicek lab sudah tidak ada karena sudah dimusnahkan. Ini yang membuat kami sulit menyimpulkan, apakah benar dari MBG atau bukan," jelasnya.

Firman juga menyebut, beredar informasi adanya dugaan pencemaran air di wilayah tersebut yang turut menjadi bahan pendalaman tim investigasi.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinkes Kabupaten Sukabumi masih melakukan kajian epidemiologi untuk memastikan sumber penyebab keluhan kesehatan massal tersebut.

X CLOSE ADS