Akibat Salah Amplop, RSUD R. Syamsudin SH Minta Maaf ke Pasien MCU, Keluarga: Pelayanan Kurang Memuaskan

IMG_20260630_164659

Puluhan Wartawan PWI beraudiensi dengan pihak RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi klarifikasi insiden dokumen MCU yang tertukar (Dok: Istimewa)

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 


KOTA SUKABUMI|IdeNews.id – Direktur RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, menerima audiensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Selasa (30/6/2026). Pertemuan itu untuk mengklarifikasi kasus dugaan kelalaian pelayanan Medical Check Up (MCU), setelah seorang pasien berinisial IR (55) mengalami tertukarnya dokumen hasil rontgen dengan milik pasien lain.

Yanyan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran internal, kesalahan terjadi pada level administrasi saat pengambilan dokumen.

“Selama awal mengemban amanah menjadi Plt, baru pertama kali insiden seperti ini terjadi. Kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Yanyan di Aula RSUD R. Syamsudin SH.

Ia merinci, pasien IR menjalani MCU pada Jumat, 19 Juni 2026. Seharusnya hasil diambil pada Senin, namun baru diambil Rabu. Saat itulah terjadi kekeliruan penempatan berkas, sehingga amplop yang diterima berisi hasil radiologi milik pasien lain.

“Intinya yang tertukar adalah hasil radiologi, bukan hasil MCU secara keseluruhan. Begitu diketahui keliru, petugas administrasi langsung meminta maaf,” jelasnya.

LANGKAH RSUD EVALUASI INTERNAL

Yanyan menyebut pihak rumah sakit sudah berkomunikasi dengan keluarga pasien dan menyiapkan penyelesaian sesuai prosedur. Humas RSUD juga telah bersilaturahmi ke kediaman pasien di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, pada hari yang sama.

Sebagai tindak lanjut, RSUD melakukan evaluasi internal dan pemeriksaan terhadap petugas yang terlibat. 


“Sedang dilakukan proses pemeriksaan dan penyusunan berita acara. Hasilnya akan jadi dasar penetapan sanksi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Untuk mencegah kasus berulang, RSUD akan memperkuat tata kelola administrasi dan mengoptimalkan penggunaan rekam medis elektronik. “Digitalisasi sistem rekam medis jadi upaya meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus meningkatkan akurasi pelayanan,” pungkas Yanyan.

TANGGAPAN PERWAKILAN KELUARGA PASIEN


Terpisah, menantu pasien IR, Indra CH, membenarkan adanya kunjungan dari perwakilan RSUD. Ia menyampaikan sejumlah keluhan terkait pelayanan yang dirasa kurang memuaskan.

“Perwakilan RSUD menyampaikan maaf dan menerima seluruh masukan untuk diteruskan ke manajemen. Mereka juga mengagendakan kunjungan lanjutan Rabu (1/7/2026) bersama dokter yang menangani, untuk menjelaskan hasil rontgen pasien IR,” ujar Indra.

Redaksi:  Dalam hal ini, belum ada keterangan terkait ganti rugi akibat permasalahan tersebut kepada keluarga pasien. Dokumen MCU di perlukan korban untuk syarat bekerja di luar negeri.

 

X CLOSE ADS