Keluarga Miskin Desil 7 Miliki Balita Gizi Buruk, Kini Jadi Perhatian Pemerintah Cikembar Sukabumi

IMG_20260724_205357

Kondisi Rumah Balita diduga mengalami gizi buruk di Kecamatan Cikembar Sukabumi (Dok: Istimewa)

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 
  
SUKABUMI|IdeNews.id – Pemerintah Kecamatan Cikembar bersama Desa Bojongkembar dan Puskesmas Cikembar bergerak cepat menangani kasus balita berusia 5 tahun yang diduga mengalami gizi buruk. Kendala administrasi kependudukan jadi penghambat utama penyaluran bantuan kesehatan.

Penanganan dilakukan setelah adanya laporan dari Kepala Desa Bojongkembar kepada pihak kecamatan. Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan kasus itu terungkap karena intensitas Kades dalam turun langsung ke warga.

“Sebetulnya kami tidak sengaja juga menemukan kasus ini berdasarkan laporan Pak Kades. Kebetulan dia memang sering mengunjungi masyarakat, sehingga kasus kerawanan sosial dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Lenni di Kantor Kecamatan Cikembar, Rabu (22/7/2026).

Usai menerima laporan, tim dari kecamatan dan desa langsung mendatangi rumah keluarga balita untuk asesmen awal. Hasilnya, balita tersebut sudah mendapat pemantauan rutin dari Puskesmas Cikembar. Tim medis bahkan sudah menyarankan rujukan ke rumah sakit.

“Pasien tersebut memang sudah dirawat secara teratur dan menjadi perhatian Puskesmas. Tim medis juga sudah menyarankan agar dirujuk ke rumah sakit,” jelas Lenni.

Terkendala Administrasi dan Data DTSEN

Proses penanganan belum optimal karena keluarga belum memiliki dokumen kependudukan lengkap. Selain itu, keluarga tercatat di desil 7 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Kondisi itu membuat mereka belum bisa menerima sejumlah bantuan sosial.

Kepesertaan BPJS Kesehatan juga belum bisa diproses. Pihak kecamatan memprioritaskan pengurusan identitas kependudukan terlebih dahulu.

“Langkah kami hari ini bersama pemerintah desa adalah menyelesaikan identitas kependudukannya dulu. Setelah itu kami akan koordinasi dengan TKSK untuk menyesuaikan data desil agar sesuai kondisi riil keluarga yang memang tergolong tidak mampu,” katanya.

Lenni menyebut kondisi ekonomi keluarga sangat memprihatinkan. Sang ayah berusia 31 tahun belum memiliki pekerjaan tetap maupun rumah. Ia harus menghidupi 5 orang anak.

“Bapaknya belum punya pekerjaan tetap dan juga belum punya rumah. Karena itu kami melihat keluarga ini memang sangat membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Sudah Dapat MBG, Tunggu Pemeriksaan Lanjutan

Saat kunjungan, pihak kecamatan tidak membawa tenaga medis karena sifatnya mendadak. Namun Puskesmas Cikembar dijadwalkan memeriksa balita tersebut pada hari yang sama.

“Hari ini anak tersebut akan kembali diperiksa dokter dari Puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatannya dan menentukan langkah selanjutnya,” ujar Lenni.

Berdasarkan data keluarga, balita 5 tahun itu beratnya sekitar 13 kg. Kondisinya tampak lemah, sulit makan banyak, dan mengeluh perut keras.

Pemerintah kecamatan berkomitmen mengawal sampai tuntas. Jika direkomendasikan ke rumah sakit, seluruh administrasi akan dibantu.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan. Jika memang harus diarahkan ke rumah sakit, kami akan bantu selesaikan administrasinya,” tegasnya.

Saat ini balita tersebut juga sudah menerima makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG lewat SPPG Desa Bojongkembar. Program ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi harian sambil menunggu penanganan medis.

Pemerintah Kecamatan Cikembar berharap sinergi desa, Puskesmas, TKSK, dan instansi terkait bisa mempercepat penanganan. Tujuannya agar balita mendapat hak pelayanan kesehatan dan bantuan sosial sesuai ketentuan.

X CLOSE ADS