RSUD Sekarwangi Miliki Empat Alat Berteknologi Tinggi, Siap Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

IMG_20260812_125819

Pemerataan Layanan Kesehatan Berteknologi Tinggi Ditegaskan Bupati dan Menkes (Dok: IdeNews.id)

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 

SUKABUMI|IdeNews.id - RSUD Sekarwangi kini memiliki empat layanan kesehatan canggih baru. Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) yang meliputi CATHLAB, ICVCU, CT SCAN, dan Laboratorium Mikrobiologi, Rabu (12/08/ 2026).

Peresmian ini menjadi bukti sinergi Pemkab Sukabumi, Kementerian Kesehatan, Pemprov Jawa Barat, dan seluruh pihak terkait dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, modern, dan mudah diakses masyarakat.

Satu Paket Terintegrasi untuk Gawat Darurat


Direktur RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman menjelaskan, keempat layanan tersebut merupakan satu paket terintegrasi. Fokus utamanya adalah penanganan pasien gawat darurat jantung, stroke, dan infeksi.

“Dengan adanya CATHLAB, ICVCU, CT SCAN, dan Laboratorium Mikrobiologi, RSUD Sekarwangi kini memiliki dukungan layanan kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap,” tegas Bupati Asep Japar dalam sambutannya.

Bupati juga mengapresiasi kehadiran Menteri Kesehatan. Menurutnya, ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

“Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring pelayanan rujukan nasional melalui pemerataan akses terhadap kesehatan berteknologi tinggi. Kehadiran layanan ini juga merupakan investasi penting untuk memperkuat sistem rujukan, meningkatkan mutu layanan, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat,” lanjutnya.

Peresmian ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156.

Target: 80% Layanan Kesehatan di Kabupaten/Kota


Di tempat yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa transformasi layanan kesehatan saat ini fokus pada modernisasi dan digitalisasi pelayanan serta pengawasan.

“Harapannya, 80 persen pelayanan kesehatan bisa dilakukan di tingkat kabupaten/kota. Dengan layanan ini, proses akan lebih cepat dan rujukan ke rumah sakit besar bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cibadak, dan para tamu undangan lainnya.

X CLOSE ADS