Ditinggal Ibu Sakit Jiwa, Dua Bocah di Nagrak Bertahan di Rumah Bambu Bolong Bersama Kakek 65 Tahun

IMG_20260906_183133

Bhabinkamtibmas Desa Darmareja terlihat mengusap kepala Andi usai mengevakuasi kakeknya ke rumah sakit (Dok: IdeNews.id)

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 

SUKABUMI|IdeNews.id  - Atap bambu yang bolong. Dinding anyaman yang digoyang angin. Di dalamnya, dua bocah seharusnya berlarian ke sekolah, tapi justru belajar bertahan hidup bersama sang Kakek, Minggu (06/09/2026).

Mereka Azi Darmanwan (5 tahun), dan kakaknya Muhammad Andi Zaelani, (10 tahun). Usia SD, tapi tak pernah merasakan seragam putih-merah. Usia yang butuh pelukan ibu (Otih 36 Tahun), tapi yang ada hanya sepi sejak rumah tangga orang tuanya retak beberapa tahun lalu.

Setelah bercerai dengan sang ayah, sang ibu jatuh ke dalam depresi berat. Gangguan jiwa itu memaksanya menjalani rehabilitasi khusus. Sejak itu, kehangatan rumah perlahan padam.

Bertahan dengan Kakek yang Terbaring Lemah

Satu-satunya tempat pulang bagi mereka adalah rumah panggung di Kampung Cibarengkok RT 04/06, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Tapi rumah itu tak lagi layak disebut rumah. Atapnya bolong. Dindingnya keropos. Hanya beberapa sudut saja yang bisa dipakai untuk berteduh dari panas dan dingin.

Yang menjaga mereka, Kakek Imi, (65 tahun). Tubuh yang sudah renta, kini terbaring lemah di atas kasur lusuh di tengah ruangan yang masih bisa dimanfaatkan.

Tim gabungan datang. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Nagrak, Pemdes Darmareja, Bhabinkamtibmas Polsek Nagrak, dan Bidan Desa dari Puskesmas Girijaya bahu-membahu mengevakuasi Pak Imi ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Dari informasi yang kami terima, tim langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi, setelah sebelumnya diperiksa oleh bidan desa dan harus mendapatkan perawatan," ujar Arum, PSM Kecamatan Nagrak.

Arum menghela napas. Ini bukan kali pertama mereka datang ke rumah itu. Sebelumnya, ibu dari Azi dan Andi juga sudah direhabilitasi karena depresi.

"Memang kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan. Ibu dari Azi dan Andi harus menjalani rehab, dan kedua anak ini sekarang diasuh oleh kakeknya. Namun saat ini si kakek juga sakit. Untuk sementara, dua anak tersebut terpaksa kami titipkan kepada tetangga terdekat," katanya lirih.

"Sudah Diajukan, Belum Terealisasi"

Kepala Desa Darmareja, H. Cecep, membenarkan kondisi itu. Rumah Pak Imi sudah lama masuk daftar usulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni.

"Sudah diajukan pihak RT, pemerintah desa pun sudah mengajukan. Tapi belum terealisasi. Infonya untuk tahun ini desa kami dapat satu program bantuan rutilahu dari Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi," ucapnya.

Untuk sekarang, Pak Imi dirawat di rumah sakit. Azi dan Andi, menitipkan rindu dan lelahnya di rumah tetangga.

"Dua cucu Pak Imi sudah kami titipkan ke tetangga terdekat. Kami masih mencari solusi ke depan untuk masalah ini. Dan kami berharap ada bantuan dari pihak lain selain keluarga," pungkas Kades.

Di usia 5 dan 10 tahun, Azi dan Andi belum tahu kenapa hidup sekeras ini. Yang mereka tahu, malam ini mereka tidur bukan di rumah sendiri. Menunggu kakek sembuh, menunggu ibu pulang, menunggu atap yang tak lagi bocor.

X CLOSE ADS