Farel Akui Jadi Korban Pengeroyokan di Andrews Party N Mart, CCTV Diminta Dibuka
- IdeNews | Darman -
- Selasa, 01 September 2026
JAKARTA UTARA | IdeNews.id — Niat melerai keributan justru berujung petaka. Farel mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan di klub malam Andrews Party N Mart, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu, 30/8/2026.
Farel mengaku mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya hingga sempat kehilangan kesadaran setelah terlibat dalam insiden keributan pada Minggu dini hari. Perkara tersebut disebut telah masuk dalam penanganan Polres Jakarta Utara.
Kepada redaksi, Farel mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Andrews Party N Mart untuk menghadiri perayaan ulang tahun seorang temannya.
“Awalnya saya berkunjung di Andrews Party N Mart untuk merayakan ulang tahun teman. Tiba-tiba ada keributan rekan saya dengan salah satu pengunjung. Saya coba untuk memisahkan keributan tersebut, tapi naasnya malah saya yang dipukulin sampai pingsan,” ujar Farel, Senin (31/8/2026).
Farel mengaku tidak menyangka upayanya untuk menghentikan keributan justru membuat dirinya menjadi korban.
Rekan Datang, Farel Sudah Terkapar
Kejadian tersebut juga disaksikan oleh sejumlah rekan Farel. Salah satunya, Revan, mengaku datang ke lokasi setelah mendapat informasi mengenai kondisi Farel.
Namun, sesampainya di lokasi, Revan mengaku melihat Farel sudah dalam kondisi terkapar.
“Saya awalnya datang ke Andrews Party N Mart untuk mengunjungi rekan kami, Farel. Kedatangan kami di lokasi ternyata kami melihat Farel terkapar. tapi naas, saya pun jadi korban penganiayaan tersebut. Saya meminta bantuan ojek mengangkat Farel ke atas motor untuk membonceng pulang, saat membawa Farel, kami diteriaki maling dan dikejar-kejar orang di sekitar,” ujar Revan.
Sementara Rizky, rekan Farel lainnya, mengaku melihat kejadian tersebut. Namun, ia memilih tidak ikut campur karena situasi dinilai semakin menegangkan.
“Kami melihat teman kami dikeroyok. Saya takut dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Rizky.
Polisi Diminta Usut Tuntas
Pihak keluarga Farel berharap kepolisian tidak hanya menangani perkara tersebut secara administratif, tetapi juga mengusut secara menyeluruh siapa saja yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Keluarga juga meminta agar rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi dapat diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian secara objektif.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Andrews Party N Mart mengenai dugaan penganiayaan tersebut, termasuk langkah yang dilakukan pihak manajemen saat insiden terjadi.
Redaksi juga masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Polres Jakarta Utara mengenai status laporan, proses penyelidikan, serta pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak Andrews Party N Mart maupun pihak lain yang disebut atau berkaitan dengan pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
