Kisah Mak Mimin Tinggal di Gubuk Miring Siap Ambruk, Tercatat Desil IV BPS, Kini Menjadi Perhatian Publik

IMG_20260618_150831

Kondisi rumah miring milik Mak Mimin (60) jauh dari kata layak, setiap saat berpotensi ambruk (Dok: Istimewa )

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 

SUKABUMI|IdeNews.id - Di tengah gencarnya pembangunan dan program bantuan sosial pemerintah, potret ketimpangan sosial masih nyata di pelosok. Salah satunya dialami Mimin (60), warga Kampung Cinangka RT 04/RW 06, Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

Di usia senja, perempuan yang terdata sebagai Penerima Bantuan Iuran JKN lewat DTSEN terdata di Desil 4. Ia hidup sebatang kara di rumah bilik bambu yang sangat memprihatinkan. Atapnya melengkung nyaris ambruk, dinding anyaman bambu lapuk dan jebol di beberapa sisi, sementara tiang penyangga yang rapuh membuat rumah itu terancam roboh kapan saja.

"Sendirian saja sekarang," lirih Mimin, Rabu (17/6/2026).

Tak hanya terancam rumah roboh, Mimin juga berjuang melawan katarak di kedua matanya. Kondisi itu membuat aktivitas sehari-hari makin sulit.

"Kalau ada kerja, ya kerja. Kalau tidak ada, diam saja. Tidak kelihatan, kataraknya," tuturnya.

Harapan berobat sebenarnya ada. Tapi keterbatasan ekonomi membuatnya belum bisa melanjutkan penanganan medis yang disarankan.

"Kata anak harus ke Sukabumi, tapi tidak punya uang," katanya.

Menanggapi kondisi warganya, Camat Purabaya Kurnia Lismana menjelaskan pemerintah desa sudah mengusulkan bantuan perbaikan rumah lewat program Rutilahu dan RTLH. Namun bantuan belum terealisasi karena keterbatasan anggaran dan belum turunnya program dari pemerintah pusat.

"Bu Mimin sebenarnya sudah ditangani pihak desa dan masuk data penerima Rutilahu, baik dari anggaran desa maupun RTLH kabupaten," ujar Kurnia, Kamis (18/6/2026).

Sebagai solusi sementara, perbaikan akan dilakukan swadaya melalui gotong royong warga, donatur, dan Paguyuban Oyag. Pemugaran direncanakan mulai Senin mendatang.

Kepala Desa Cimerang Nyanyang Resmana membenarkan rumah Ibu Mimin sudah lama diusulkan bersama warga lain yang memenuhi kriteria.

"Alhamdulillah sudah ada kesepakatan dan pengumpulan dana. Insya Allah Senin mulai pemugaran," katanya.

Kisah Ibu Mimin menjadi cermin: di balik capaian pembangunan, masih ada warga yang berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar. Bagi mereka, impian terbesar bukan kemewahan, tapi rumah aman untuk berteduh dan masa tua yang lebih layak.

X CLOSE ADS