Oknum Wartawan 'Ngamuk' Viral di Media Sosial, Kepsek Lapor Polisi

IMG_20260831_224456

Video dugaan intimidasi terhadap Kepsek SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi viral. Pihak sekolah, Disdik, dan PGRI sudah turun tangan. Polisi masih selidiki (Dok: Istimewa)

Rudi Tanjung Kabiro Sukabumi 

SUKABUMI|IdeNews.id - Video dan narasi dugaan intimidasi terhadap seorang kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi viral di media sosial. Insiden tersebut disebut mencoreng profesi wartawan setelah pelaku mengaku berasal dari salah satu media.

Dalam narasi yang beredar luas di grup WhatsApp dan Facebook, Kepala SDN 2 Sukaraja, Siti Julaeha, diduga mendapat ancaman dari seseorang bernama Agus yang mengaku sebagai wartawan media Indoglobe.

Anak Siti, Rifky Ramdani, mengunggah kronologi di Facebook. Ia menegaskan tidak akan menghapus unggahan sebelum ada permintaan maaf langsung kepada ibunya.

Sudah Dilaporkan ke Polisi, Disdik dan PGRI Dampingi

Rifky menyebut pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut. Saat ini proses sudah masuk tahap Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Persoalan telah dilaporkan dan dibuatkan BAP, dengan pendampingan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dan PGRI Kabupaten Sukabumi," tulis Rifky dalam unggahannya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, membenarkan pihaknya telah mengetahui video yang beredar.

"Kami sudah mengetahui perihal video tersebut, namun belum terdapat penjelasan resmi dan sedang menelusuri awal mula insiden yang terjadi," kata Herdiawan saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja juga diupayakan untuk dikonfirmasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan tanggapan.

Kepsek: Sudah Ditangani Pihak Polisi

Saat dikonfirmasi, Siti Julaeha belum menjelaskan detail kronologi. Ia hanya menyebut kasus sudah ditangani kepolisian.

"Waalaikum salam. Terima kasih atas perhatiannya dan sudah ditangani pihak polisi," ujarnya singkat melalui telepon, Senin (31/8/2026).

Pihak Media Indoglobe Bantah Pelaku Masih Aktif

IdeNews.id menelusuri status Agus yang disebut dalam unggahan. Salah seorang kru Indoglobe Yayat, menyatakan Agus sudah berhenti melakukan aktivitas jurnalistik atau stop press di media tersebut sekitar satu tahun terakhir.

"Saat ini Indoglobe juga tidak lagi menerbitkan media cetak dan hanya menjalankan aktivitas sebagai media daring," ujar Yayat.

Hingga berita ini diterbitkan, Agus belum memberikan klarifikasi terkait tudingan yang beredar. Pihak kepolisian juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai status laporan maupun hasil penanganan.

X CLOSE ADS